Jangan ada sianida diantara kita.
Biarkanlah sampai bulan menjadi sempurna wujudnya.
Agar dapat kupetik rindu yg menggantung didadamu.
Atau kita luluh dipanasnya ambisi dan nafsu.


( Read-More )
008909233580 inisiD nalkI gnasaP

Monday, May 16, 2016

Puisi "Tukung 2"


Lintasan kidung dibibirmu membahana sepanjang jingga pantai.
Renyah mengurai makna mistery.
Aku melipat kediaman.
Trotoar bisu mengemban gumpalan kalimat cakrawala.
Senja mempesona.
Buliran merah saga dibalik awan putih lembut.
Belaian angin meredam keluh.
Kucipta butiran asa padamu.
Disini.
Aku kembali berbaur pada pasir,ombak dan kaki telanjang gadis kota.
Seraya kuseka keringat yg mengalir bagai hujan.
Pulau itu seperti dulu,tak berubah dan masih sendiri.
Berdiri dijajaran kemilau ombak dan cahaya bahtera.
Balikpapan,21112011
Terimakasih sudah membaca Puisi "Tukung 2"

Makan ketupat minumnya es
Semoga Bermanfaat dan salam sukses.

Share to:

No comments:

Post a Comment