Jangan ada sianida diantara kita.
Biarkanlah sampai bulan menjadi sempurna wujudnya.
Agar dapat kupetik rindu yg menggantung didadamu.
Atau kita luluh dipanasnya ambisi dan nafsu.


( Read-More )
008909233580 inisiD nalkI gnasaP

Monday, May 16, 2016

Puisi "Tukung"


Sepasang bulan redup mengitari pelangi.
Bergandengan menuju remang malam.
Awan perak dibalik rimba meruncing.
Peri kecil memainkan sayapnya.
Saat itu kita bertemu,disini.
Memadukan khayalan tentang sunset petang.
Kau pernah berkata padaku “ketinting kita terlalu kecil untuk menyeberang”
aku punya seribu puisi,sedang kau punya satu hati.
Tapi aku takluk padamu.
Karena siangmu yg benderang.
Dan akulah malam penyanjung misteri diatas pulau tukung.
Hampir saja hujan melarikan hembusan nafasku.
Sedang kita belum bertemu.
Balikpapan 31122011
Terimakasih sudah membaca Puisi "Tukung"

Makan ketupat minumnya es
Semoga Bermanfaat dan salam sukses.

Share to:

No comments:

Post a Comment